OTAK MANUSIA DAN PROSES BELAJAR

OTAK MANUSIA DAN PROSES BELAJAR

OTAK MANUSIA DAN PROSES BELAJAR
PADA Usia 5-6 tahun pertama seorang anak, kurang lebih 50% dari sel-sel otak (neuron) berkembang sambungan-sambung. Proses inilah yang menjamin luas dan kukuhnya dasar di atas mana total belajar hari depan anak tersebut bertumpu. Sambungan antar sel otak tersebut biasa disebut dengan istilah sinapsis.

Sinapsis terbentuk jika anak mendapatkan sebuah rangsangan. Setiap rangsangan secara otomats akan menghasilkan sinapsis. Semakin banyak dan sering sebuah rangsangan diterima oleh anak, maka sinapsis tersebut akan semakin banyak dan semakin kuat. Sinapsis inilah yang mendasari memori atau daya ingat.

Jika sinapsis kuat, maka daya ingat juga kuat, begitu juga sebaliknya. Itulah mengapa, anak akan lebih mudah menyerap pelajarannya jika ia belajar secara berulang-ulang. Karena sinapsis yang terbentuk semakin banyak dan kuat.
Kecerdasan manusia berkembang secara bertahap. Proses perkembangan ini membutuhkan rangsangan sebagai wujud. Sejak janin, rangsangan lahirnya ini, terjadilah penyambungan neuron.

Semakin banyak terjadi penyambungan neuron, akan terjadi pengalaman yang lebih luas dan kecerdasan yang lebih meningkat. Di Lembaga Cendikia Foundation Cara termudah penyambungan sel otak atau neuron adalah dengan Therapy Kecerdasan Otak. Ahli neurobiologi David Hubel dari Harvard dan rekannya Tortsen dari Swedia melakukan percobaan berikut.

Seekor bayi kucing yang baru lahir dijahit salah satu kelopak matanya, sehingga mata yang tertutup. Setelah waktu tertentu dibuka dan ternyata mata yang memperhatikan buta. Ternyata sewaktu mata yang tertutup, saraf urat tidak berkembang dan tidak terjadi sambungan-sambungan saraf dengan otak bagian lain yang perlu untuk mengembangkan kemampuan melihat kemampuan.

Percobaan yang dilakukan pada kucing yang sudah dewasa dan ternyata setelah dibuka kembali, penglihatan kucing dewasa itu tidak terganggu.
Di bawah ini adalah gambar ilustrasi hasil pengamatan gelombang otak dengan EEG Brain Mapping sebelum dan sesudah Aktivasi Otak.

Pola otak gelombang yang kacau sehingga otak tidak bisa berfungsi maksimal dan boros energi. Kemampuan berpikir, konsentrasi dan daya ingat menurun drastis. Anda menjadi mudah lelah, kurang semangat atau mengantuk karena tidak ada efisiensi energi.


Pada saat dan setelah Terapi Kecerdasan Otak, pola gelombang otak menjadi teratur dan seimbang antara otak kiri dan kanan, sehingga otak bisa berfungsi maksimal. Anda menjadi orang yang bersemangat dan penuh energi. Terjadi peningkatan konsentrasi, memori, kemampuan berpikir dan kemampuan pemahaman.

Kesimpulannya adalah bahwa Otak anak perlu “distimulasi” atau dirangsang agar kepandaiannya berkembangan. Dengan kata lain, seseorang harus belajar sejak janin.Kalu tidak, banyak kesempatan baik hilang. Kesempatan emas itu mungkin hilang untuk selama-batasan.
http://t.me/kecerdasanotak

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.