#3 BAHAYANYA ORANG JAHIL DAN ORANG ALIM

#3 BAHAYANYA ORANG JAHIL DAN ORANG ALIM

#3 BAHAYANYA ORANG JAHIL DAN ORANG ALIM | BIDAYATUL HIDAYAH

 “Bahayanya Orang Jahil Dan Orang Alim”

فويلٌ لِلجَاهِلِ حَيثُ لَم يَتَعَلَّمْ مَرَّۃً واحدۃً وويل للعالم حيث لم يَعمَلۡ بِمَا عَمِلَ اَلفَ مَرَّۃٍ

Maka celakalah bagi orang yang jahil ketika dia tidak mau belajar walau satu sekali dalam umurnya.

Dan celakalah bagi orang alim bila dia tidak mengamalkan ilmunya dengan seribu kali amalan.

_______
◉ Keterangan:

Dalam penafsiran qaul di atas itu bisa ada dua tafsir, yaitu :

– Yang pertama adalah sebagaimana uraian diatas,
– Dan yang kedua: Celakalah bagi orang jahil ketika tidak mau belajar, walau hanya satu kali lipat celaka. Dan celaka orang alim yang tidak mengamalkan itu 1000 kali lipat celakanya.

Tapi yang lebih tepat dan bagus adalah tafsir yang diatas itu. Dan bila ditafsirkan 1 kali lipat dan 1000 kali lipat celakanya, maka bila demikian, adzabnya orang alim tersbut itu lebih berat daripada si jahil.

Tapi ini cuma masalah bilangan, bukan masalah beratnya (bentuknya) adzab.
Karena bisa jadi, satu adzab bagi orang jahil itu bisa lebih berat daripada 1000 kali adzab untuk orang alim.

Dan juga seorang yang alim apabila meniggalkan kewajiban dan menerjang larangan Allah, lalu Allah meng adzabnya, maka adzab ini adalah untuk mensucikannya dari dosa-dosa.
Akan tetapi adzab orang yg jahil?.. Wallaahu a’lam.

Terkait dengan penafsiran ini ada qaul yang menyatakan:

الزَّبانِيَّۃُ تُسرِعُ لِلعُلَمَاءِ غَيرِ العَامِلِينَ قَبلَ عَبَدَۃِ الاَوثَانِ

“Malaikat zabaniyah akan mempercepat adzab bagi orang alim sebelum adzabnya para penyembah berhala”

Yang artinya adzab tersebut akan segera selesai sebelum giliran adzab bagi penyembah berhala.

Dan Rosululloh juga pernah bersabda:

العالم حَبِيبُﷲِ وَلَو كَانَ فَاسِقًا وَالجَاهِلُ عَدُوُّﷲِ ولَو كَانَ عَابِدًا —(شرح – ص: ٦)

“Orang yang alim itu tetap jadi kekasih (pilihan) Allah, walaupun dia itu fasik. Dan orang yang jahil itu tetep jadi musuh Allah, walaupun dia rajin ibadah.”

Berkaitan degan hadits

العالم حبيبﷲ ولوكان فاسقا (الحديث)

Ada sebuah kisah bahwa sebagian manusia berselisih tentang kemulyaan orang alim yang fasik dan kemulyaan seorang ahli ibadah tapi jahil, Sehingga pada suatu malam salah satu dari mereka mendatangi tempatnya ahli ibadah yang jahil,

Lalu seseorang tersebut berkata dari persembunyiannya, “Wahai hambaku, aku telah mendengar dan menerima do’amu, dan aku telah mengampuni semua dosa-dosamu, Maka berhentilah kamu dari ibadahmu dan bersenang-senanglah kamu dengan istirahat tanpa perlu ibadah lagi.”

Dan sijahil tersebutpun menjawab dengan senangnya, “Wahai tuhanku sesungguhnya inilah yang kuharap-harapkan darimu selama ini, Karena sesungguhnya aku sudah senantiasa memujiMu, senantiasa bersyukur padaMu, Dan aku telah menyembahMu selama ini dari zaman kezaman”

Dan sijahilpun berhenti dan pensiun dari ibadah, hingga ia menjadi orang yang salah langkah dan menjadi kafir sebab kebodohannya, hingga mudah dibodoh-bodohi.

Lalu orang tersebut gantian pergi ketempat orang alim yang fasik. Dan saat malam itu sifasik dalam keadaan mabuk karena minum arak, Lalu dari tmpat yang tersembunyi orang itu pun berkata; “Wahai hambaku, bertakwalah kamu padaku, aku ini tuhanmu, dan aku sudah menutupimu dari perbuatan dosamu. Tapi kamu sedikitpun tak pernah merasa malu padaku, Maka karena dosamu ini ,aku akan menghancurkanmu”

Mendengar itu si fasik langsung bangkit dengan marahnya, lalu dia keluar sambil menghunus pedangnya seraya berkata; “Hai bangsat terlaknat!.. kamu itu tak tau apa-apa tentang tuhanmu, keluar kamu, agar aku ajarkan padamu tentang tuhanmu, sekarang juga!…”

Maka orang tersebutpun lari ketakutan, Dan sejak saat itu dia menjadi tahu tentang kemulyaan ilmu dan orang-orang yang berilmu.

(Lihatlah dalam kisah ini, betapa marahnya si alim yang fasik saat tuhannya dibuat mainan dan bohong-bohongan, Dan betapa polos dan ridhonya sijahil saat tuhannya dijadikan pelecehan).- Syarah.

Yang kesimpulannya bahwa orang-orang yg memiliki ilmu, bagaimanapun keadaannya tetep ada nilai lebih disisi Allah, dan Dalil-dalil diatas itu semua adalah benar adanya.

Sebagaimana firman Allah Swt,:

اتقواﷲ حق تقاته

“Bertaqwalah kamu semua dengan sebenar benarnya taqwa”. ini adalah benar adanya,

Dan firman Alloh Swt,:

اتقواﷲ ماستطعتم

“Bertaqwalah kamu semua dengan semampu kamu”.
Ini juga benar adanya.

Tinggal terserah bagaimana kita dan kemampuan kita, akankah memilih jadi ahli ilmu dan ahli amal, ataukah ahli ilmu yang kurang amal.

‘Bersambung Di Sesi Berikutnya,…

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply