#2 SYARIAT THORIQOH DAN HAQIQAT | KITAB BIDAYATUL HIDAYAH

#2 SYARIAT THORIQOH DAN HAQIQAT | KITAB BIDAYATUL HIDAYAH

#2 SYARIAT THORIQOH DAN HAQIQAT | KITAB BIDAYATUL HIDAYAH

اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم

TERKAIT DENGAN SYARAI’AT, THORIQOH DAN HAQIQAT

لاوصول الی ايتها الا احكام ايتها لا لی اطنها الابعد الوقوف لی اهرها،

Dan seseorang itu mungkin bisa mencapai pada akhir dari hidayah (haqiqat) jika sudah bisa menguasai dan mengamalkan awal dari hidayah (syarai’at),

Dan seseorang itu akan bisa mengetahui serta memahami “haqiqat”, dia sudah tidak bisa istiqomah dan berpegang teguh pada “syari’at”.

ا امشير ليك ايۃ الهدايۃ لتَجْرِبَ ا ا لبَك،

Dan ketahuilah, bahwa disini aku akan menunjukkan padamu tentang awal daripada hidayah (syarai’at), Agar kamu mencoba melatih nafsumu dengan mengamalkannya, Dan agar melatih meningkatkan dengan menyukainya.

ان ادفتَ لبَكَ اليها اءلا ا اوعۃً لها ابلۃً التطلع الی النهايات التغلغلُ ار العلوم،

Maka ketika kamu merasakan bahwa bisa cenderung atau ada rasa suka terhadap “syarai’at”, Dan bila bisa merasakan nafsumu juga bisa menerima serta tunduk pada “syarai’at”, Maka disitulah letak kamu akan bisa melihat (cahaya) dari beberapa “haqiqat”, dan kamu akan merasakan tenggelamnya hanyut ke dalam ilmu pengetahuan yang sangat luas, yang mana diibaratkan laksana samudra yang tanpa batas.

ان ادفتَ لبك اجِهَتِك اياها ا ا العمل اها اطِلًا اعلم ان الماءلۃ الی لب العلم النفس الاارۃ السوء،

Dan apabila kamu rasakan, saat kamu menghadapkan hatimu pada “syarai’at”, dan ternyata hatimu berpaling bahkan menjauh. Dan saat diajak untuk mengamalkan “syarai’at” selalu menunda-nunda, (misal: “ah kapan-kapan saja mengamalkannya”), Maka ketahuilah bahwa sebenarnya yang berambisi untuk menuntut dan menumpuk-numpuk ilmu itu adalah nafsu, yakni nafsu amarah dan luwamah yang selalu mengajak pada keburukan, (Bukan ajakan dari qalbu yang paling dalam).

وقد انتهضت مطيعۃ الشيطان اللعين ليُدلِيَك بحبل غروره فيستدرجَك بمكِيْدته الی غمرۃ الهلاك وقصده ان يزُوجَ عليك الشر فی معرض الخير حتی يُلحِيقَكَ بالاخسرين اعمالا، الذين ضل سعيُهُمْ فی الحياۃ الدنيا ويحسبون انهم يحسنون صنعا،

Karena pada saat itu sebenarnya pikiranmu atau nafsumu itu sedang bangkit untuk mengikuti ajakan syaitan yang terlaknat, yang mana tujuan syaitan itu ingin mengajakmu secara halus agar kamu masuk kelingkaran jerat tipu dayanya,

Kemudian sedikit demi sedikit, syaitan pun akan menjerumuskan mu kedalam jurang kesengsaraan dan kerusakan dengan tipu dayanya. Dengan cara mengajakmu untuk berjalan dijalan yang buruk (salah), tapi kelihatannya itu adalah jalan kebaikan, sehingga syaitan bisa menyusulkanmu pada golongan orang-orang yang merugi,

Yakni orang-orang yang sesat jalannya sewaktu hidup didunia, sementara mereka menyangka bahwa mereka adalah orang-orang yang baik perbuatannya, (orang-orang yang telah berbuat kebaikan dengan menumpuk-numpuk ilmu dan kepintaran dalam meriwayatkan dalil-dalil).

وعند ذلك يتلو عليك الشيطان فضل العلم ودرجۃ العلماء وماورد فيه من الاخبار والاثار،

Dan saat kamu sudah terjerat lingkaran tipu dayanya, maka saat itulah syaitan akan membisikan dan menanamkan dalam pikiranmu (nafsumu), seperti membisikan dan menanamkan tentang utamanya memiliki banyak ilmu, dan tentang derajatnya orang-orang yang berilmu disisi Allah, dan keutamaan-keutamaan yang lain yang disebutkan didalam hadits-hadits dan qaul para sahabat.

ويُلْهِيك عن قوله صلیﷲعليه وسلم , من اِزداد علما ولم يزدد هدی لم يزدد منﷲ الا بُعدا،

Setelah syaitan bisa mempengaruhimu, Lalu syaitan membuatmu lupa pada sabda Rosululloh Saw: “Barang siapa yang semakin bertambah ilmu akan tetapi tidak bertambah hidayahnya (yakni amalannya), maka dia hanya akan semakin bertambah jauh dari rahmat Allah”.

وعن قوله ﷺ اشد الناس عذابا يوم القيامۃ عالم لم ينفعه ﷲ بعلمه, اي لم يعمل به، رواه الطبرانی.

Dan dari sabda beliau: “Manusia yang paling berat siksaannya kelak dihari kiamat adalah orang alim yang dikehendaki oleh Allah sebagai orang yang ilmunya tidak bermanfaat, yakni orang yang tidak mau mengamalkan ilmunya”. (HR Imam Thabrani).

وكان صلیﷲعليه وسلم يقول: اللهم انی اعوذبك من علم لا ينفع وقلب لايَخشع وعمل لا يُرْفَع ودُعاء لايُسْمَع.

Dan Rosululloh senantiasa berdo’a, “Ya Allah aku berlindung kepadamu dari memiliki ilmu yang tidak bermanfaat, dan dari hati yang tidak khusu’ (saat berdzikir pada-Mu dan saat mendengar ayat-ayat-Mu), dan dari amal yang tidak diterima, dan dari do’a yang tidak didengar (di ijabah)”.

وعن قوله ﷺ مررت ليلۃ أُسْرٰی بی بِأقوام تَقْرُضُ شَفَاهَهم بمقارضٍ من نار, فثلت من انتم؟ قالوا كُنا نأمُرُ بالخير ولانأتيه وننهی عن الشر ونأتيه،

Dan syaitan juga membuatmu lupa akan sabda Rosululloh Saw: “Saat aku dalam perjalanan disaat aku di isro’ kan, aku melewati gambaran kaum-kaum yang sedang memotong lidah mereka sendiri dengan menggunakan gunting dari api neraka, Lalu aku pun bertanya, “Kalian ini siapa?”, Mereka menjawab, “Kami adalah orang-orang yang mengajak pada kebaikan, tapi kami sendiri tidak pernah melakukan perbuatan baik tersebut, dan kami juga mencegah dari perbuatan mungkar, tapi kami malah melakukan kemungkaran tersebut”.

(Dan disebutkan didalam kitab sirojul muniir karya syeh syarbini, Diriwayatkan dari anas bin malik:)

ان رسولﷲﷺ قال رأيت ليلۃ أُسْرِيَ بی رجالا تقرُضُ شَفَاهَهُم بمقارض من نار، فقلت: من هٰوءُلاء ياجبريل؟ قال هٰوءُلَآءِ الخطبآء من امتك يأمرون الناس بالبر وتنسون انفسهم وهم يتلون الكتاب — شرح

Sesungguhnya Rosululloh bersabda, “Pada malam aku di isro’ kan, Aku melihat gambaran beberapa lelaki yang sedang memotong lidah-lidah mereka dengan gunting yang terbuat dari bara api, Lalu aku bertanya, “Siapa mereka wahai Jibril?”, Jibril menjawab, “Mereka itu para tukang ceramah dari umatmu, mereka memerintahkan pada manusia untuk berbuat kebaikan, tapi mereka sendiri melalaikannya, padahal mereka membaca dan memahami kitab Al Qur’an”. —Syarah

فإياك يامسكين ان تُذْعِنَ لتزويره فيدليك بحيل غروره،

Maka jagalah dirimu wahai orang miskin (yakni orang yang hina dan lemah dihadapan Allah, miskin hati dan kecerdasan, serta miskin akan rahmat Allah), Jaga dirimu dari tunduk pada rayuan syaitan yang akan menjerumuskanmu melalui jeratan tipu dayanya.

اذا ان لم العلم السوءال واجبا لقوله الی: اسألوا اهلا الذكر ان لاتعلمون، العمل العلم بعد العلم اجب —

Maka tatkala kita tahu bahwa belajar dan bertanya tentang ilmu itu wajib, karena berdasarkan firman Allah, “Bertanyalah kamu semua pada ahli dzikir (ahli ilmu) jika kamu semua tidak mengetahuinya”, Maka mengamalkan ilmu setelah kita tahu, itu juga wajib”. — Syarah

‘Bersambung Di Sesi Berikutnya,…

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.