#1 MUQODDIMAH BIDAYATUL HIDAYAH

#1 MUQODDIMAH BIDAYATUL HIDAYAH

#1 MUQODDIMAH BIDAYATUL HIDAYAH

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم
“Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang”.

ال الشيخ الامام العالم العلامۃ الاسلام الانام ابو امد ابن الغزالی الطوسی .

“Akan berkata syaih yang menjadi panutan yang sangat ‘alim, yang menjadi hujjah dalam agama islam, penyebar berkah bagi manusia, Yaitu beliau syaih Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Alghozaly Attusy, Semoga Allah mensucikan ruh beliau dan di makam beliau”.

 

Keterangan:

– Julukan hujjatul islam adalah untuk orang yang menguasai banyak sekali hadis, tapi hanya sebagian saja yang difatwakannya.

– Julukan Alhafidz adalah untuk orang yang menguasai minimal 100.000 (seratus ribu) hadist.

– Julukan Alhakim adalah untuk orang yang menguasai minimal 3.000 (tiga ribu) hadits.

“MUQODDIMAH”

الحمدلله الصلاۃ السلام لی لقه له لی له

“Segala puji bagi Allah dengan pujian yang sesungguhnya, Sholawat salam semoga terlimpahkan atas sebaik-baiknya makhluk, yaitu beliau Nabi agung Muhammad yang menjadi utusan dan hamba Allah, Dan juga atas semua ahli keluarga, sahabat-sahabat semuanya”.

BAHAYANYA SALAH NIYAT DALAM MENUNTUT ILMU

امابعد: فاعلم أيها الحريص المقبل علی اقتباس العلم المظهر من نفسه صدق الرغبۃ وفرط التعطش اليه انك ان كنت تقصد بطلب العلم المنافسۃ والمباهات والتقدم علی الاقران واستمالۃ وجوه الناس اليك وجمع حطام الدنيا فانت ساع فی هدم دينك واهلاك نفسك وبيع آخرتك

Kemudian, Ketahuilah olehmu wahai orang-orang yang sangat semangat atau ambisi didalam menuntut ilmu, yang memperlihatkan kesungguhan dalam dirinya didalam mencarinya. Dan bahkan merasa haus akan ilmu.

Sesungguhnya apabila tujuanmu dalam mencari dan mengumpulkan ilmu hanya untuk supaya menjadi orang yang paling unggul, untuk bersombong diri, untuk menyaingi teman-teman yang lain, dan agar supaya hati manusia condong dan simpati padamu, atau bahkan agar kau bisa menumpuk-numpuk harta dunia degan lantaran ilmumu,

Maka itu sama saja kamu itu sedang menghancurkan nilai agama dalam dirimu, dan sedang merusak jiwamu (karena itu hanya akan mendatangkan kemurkaan tuhanmu) serta sedang menjual akhiratmu ditukar dengan gemerlapnya dunia yang hanya bersifat sementara.

فصفتك خاسرۃ وتجارتك باءرۃ ومعلمك معين لك علی عصيانك وشريكُ لك فی خسرانك وهو كباءع سيف من قاطع طارق

Apabila demikian halnya ,maka akad yang kamu lakukan itu akan rugi (karena nikmatnya dunia bila dibandingkan nikmat akhirat itu tak ada apa-apanya), Dan daganganmu itu akan basi.

Dan orang yang telah mengajarkan ilmu padamu itu sama saja telah menolongmu dan membantumu dalam berbuat durhaka pada tuhanmu, Dan (karena akibat perbuatanmu itu) gurumu juga akan ikut menjadi orang yang merugi sebagaimana dirimu. Dia ibarat orang yang telah memberi pedang pada seorang perampok jalanan.

كما قالﷺ من اعان علی معصيۃ ولو بشطر كلمۃ كان شريكاله فيها

Sebagaimana sabda Rasulullah Saw, “Barang siapa membantu perbuatan maksiat walau hanya dengan setengah kalimat, maka dia adalah menjadi sekutu dalam perbuatan maksiat tersebut”, yakni dia akan mendapat dosa yang sama seperti orang yang melakukannya.

NIAT YANG SEHARUSNYA DALAM MENUNTUT ILMU

وان كانت نيتك وقصدك بينك وبينﷲتعالی من طلب العلم الهدايۃ دون مجرد الروايۃ فابشر فان الملاءكۃ تبسط لك أجنحتها اذا مشيت وحيتان البحر تستغفر لك اذا سعيت،

Dan apabila niat dan tujuanmu diantara hati dengan tuhanmu, didalam kamu menuntut ilmu adalah untuk mendapatkan hidayah, (Seperti niat menghilangkan kebodohan, baik dari diri sendiri atau menghilangkan kebodohan dari orang lain, niat melestarikan agama islam, mencari ridho Allah, mencari kebahagiaan akhairat, dll), tidak sekedar agar bisa meriwayatkan dalil-dalil dari para ulama.

Maka bergembiralah kamu, karena sesungguhnya malaikat akan membentangkan sayapnya saat kamu berjalan mencari ilmu, yakni agar kamu berpijak pada sayap-sayap malaikat saat berjalan,

Dan ikan-ikan dilautanpun akan senantiasa memohonkan ampunan untukmu saat kamu sedang menuntut ilmu.

ولكن ينبغی لك ان تعلم قبل كل شيء ان الهدايۃ التی هی ثمرۃ العلم لها بدايۃ ونهايۃ وظاهر وباطن.

Akan tetapi alangkah baiknya sebelum kamu bertidak melakukan sesuatu, hendaknya kita tahu segala sesuatunya, (yakni sebelum kamu menjalankan ibadah atau sebelum kamu menjalankan suatu amal perbuatan, hendaknya ketahuilah dulu ilmu yang berkaitan dengannya).

Perlu kita ketahui bahwa sesungguhnya hidayah itu adalah merupakan buah dari pada ilmu, (diibaratkan ilmu adalah sebuah pohon, maka ibadah mengamalkan ilmu yang merupakan hidayah dari Allah adalah merupakan buahnya).

Dan hidayah itu sendiri ada awal permulaannya dan ada akhirnya, ada dzohiriyahnya dan ada batiniyyahnya.

◉ Keterangan:

SYARAI’AT, THORIQOH DAN HAQIQAT

Yang dimaksud dengan awal permulaan dan dzohiriyah disini adalah yang disebut dengan istilah “Syarai’at” dan “Thoriqot” (amaliyah yang nyata).

Adapun yang dimaksud dengan akhir atau nihayah dan batiniyyah disini adalah yang disebut dengan istilah “Haqiqot” (hasil daripada amaliyah nyata).

Dan dua hal atau katakanlah 3 hal ini, adalah saling berkaitan satu sama lain, yakni sesuatu yang harus seiring dan sejalan.

فشريعۃٌ بلا حقيقۃٍ عاطلۃٌ وحقيقۃٌ بلاشريعۃ باطلۃ (شرح)

Syari’at tanpa adanya hakikat itu adalah kosong, (yakni diibaratkan pohon yg tanpa buah).

Dan hakikat tanpa syari’at itu adalah tidak mungkin, (yakni diibaratkan buah tanpa ada pohonnya).

Syeh Asshoowy mengatakan; “Syarai’at” adalah hukum-hukum yang harus kita jalani yang diperintahkan oleh Allah melalui Rosululloh Saw.

Seperti hukum wajib, sunnah, haram, makruh, dan mubah (boleh-boleh saja).

Dan “Thoriqoh” adalah pengamalan terhadap hukum-hukum tersebut serta meminimalkan dari mengamalkan hukum-hukum mubah dan bertindak dengan penuh hati-hati, Seperti waro’, riyadhoh, banyaknya lapar, diam dari sesuatu yang tidak berfaidah, dll.

Adapun “Haqiqat” adalah kemampuan memahami kebenaran-kebenaran dari segala sesuatu, Seperti memahami pejelasan tentang asma-asma Allah dan sifat-sifat Allah dan tentang Dzat Allah, memahami rahasia-rahasia Al qur’an, memahami rahasia-rahasia tentang larangan, dan memahami hal-hal yang dimubahkan, dengan sebenar-benarnya, tidak asal-asalan, (jawa: ora sa’karepe nefsune dewe’).

Dan memahami kebenaran tentang ilmu ghoib, yakni pengetahuan yang tidak pernah atau belum pernah diajarkan dari orang lain, tapi semata-mata karena tuntunan dari Allah yang langsung dibisikkan oleh malaikat kedalam hati.

Sebagaimana firman Allah Swt :

اِن تتقواﷲ يجعل لكم فرقانا

“Apabila kamu bertaqwa niscaya Allah akan menciptakan dalam dirimu pemahaman”.

وقال تعالی : واتقواﷲ ويعلمكمﷲ.

“Bertaqwalah kamu, niscaya Allah akan memberimu pengetahuan”, (yakni tanpa perantara).

ال الامام الك ل ا لم لمَ ا لم لم

‘Imam Malik r,a. mengatakan; “Barang siapa mengamalkan apa-apa yang telah diketahuinya, maka Allah akan mewariskan Anda ilmu pengetahuan yang tidak pernah diajarkan oleh orang lain”.

Dari kata beliau ini dapat diambil kesimpulan bahwa, “Ilmu” sama dengan “Syarai’at”, “Amal” sama dengan “Thoriqot”,

Sedangkan pengetahuan yang diluar batas kemampuan itu adalah “Haqiqot”.

(شرح – : – )

‘Bersambung Di Sesi Berikutnya,…

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.