PENYAKIT PADA RUMINANSIA

PENYAKIT PADA RUMINANSIA

PENYAKIT PADA RUMINANSIA

1. Penyakit Brucellosis (Keluron Menular)

Brucellosis adalah penyakit ternak menular yang secara primer menyerang sapi, kambing, babi dan sekunder berbagai jenis ternak lainnya serta manusia. Pada sapi penyakit ini dikenal sebagai penyakit Kluron atau pemyakit Bang. Sedangkan pada manusia menyebabkan demam yang bersifat undulans dan disevut Demam Malta. Bruce (1887) telah berhasil mengisolasi jasad renik penyebab dan ditemukan Micrococcus melitensis yang selanjutnya disebut pula Brucella melitensis. Terdapat 3 spesies, yaitu Brucella melitensis, yang menyerang pada kambing, Brucella abortus, yang menyerang pada sapi dan Brucella suis, yang menyerang pada babi dan sapi.

Kerugian ekonomi yang diakibatkan oleh brucellosis sangat besar, walaupun mortalitasnya kecil. Pada ternak kerugian dapat berupa kluron, anak ternak yang dilahirkan lemah, kemudian mati, terjadi gangguan alat-alat reproduksi yang mengakibatkan kemajiran temporee atau permanen. Kerugian pada sapi perah berupa turunnya produksi air susu.

Pada kambing, brucellosis hanya memperlihatkan gejala yang samar-samar. Kambing kadang-kadang mengalami keguguran dalam 4 – 6 minggu terakhir dari kebuntingan. Kambing jantan dapat memperlihatkan kebengkakan pada persendian atau testes.

Pada sapi gejala penyakit brucellosis yang dapat diamati adalah keguguran, biasanya terjadi pada kebuntingan 5 – 8 bulan, kadang diikuti dengan kemajiran, Cairan janin berwarna keruh pada waktu terjadi keguguran, kelenjar air susu tidak menunjukkan gejala-gejala klinik, walaupun di dalam air susu terdapat bakteri Brucella, tetapi hal ini merupakan sumber penularan terhadap manusia. Pada ternak jantan terjadi kebengkakan pada testes dan persendian lutut.

Selain gejala utama berupa abortus dengan atau tanpa retensio secundinae (tertahannya plasenta), pada sapi betina dapat mempperlihatkan gejala umum berupa lesu, napsu makan menurun dan kurus. Disamping itu terdapat pengeluaran cairan bernanah dari vagina.

Seekor sapi betina setelah keguguran tersebut masih mungkin bunting kembali, tetapi tingkat kelahirannya akan rendah dan tidak teratur. Kadang-kadang fetus yang dikandung dapat mencapai tingkatan atau bentuk yang sempurna tetapi pedet tersebut biasanya labir mati dan plasentanya tetap tertahan (tidak keluar) serta disertai keadaan metritis (peradangan uterus).

Pada kenyataannya Brusellosis merupakan penyakit ekonomi yang merisaukan sehingga peternak harus waspada. Pada ternak betina bakteri penyebab ditemukan pada uterus, terutama pada endometrium dan pada ruang diantara kotiledon. Pada plasenta, bakteri dapat ditemukan pada vili, ruang diantara vili dan membran plasenta yang memperlihatkan warna gelap atau merah tua. Pada fetus, bakteri Brucella dapat ditemukan dalam paru-paru dan dalam cairan lambung. Pada pejantan bakteri brucella dapat ditemukan dalam epydidymis, vas deferens dan dalam kelenjar vesicularis, prostata dan bulbourethralis. pada infeksi berat bakteri dapat berkembang dalam testes, khususnya dalam tubuli seminiferi.

Perubahan pasca mati yang terlihat adalah penebalan pada plasenta dengan bercak-bercak pada permukaan lapisan chorion. cairan janin terlihat keruh berwarna kuning coklat dan kadang-kadang bercampur nanah. Pada ternak jantan ditemukan proses pernanahan pada testikelnya yang dapat diikuti dengan nekrose.

Usaha-usaha pencegahan terutama ditujukan kepada vaksinasi dan tindakan sanitasi dan tata laksana. Tindakan sanitasi yang bisa dilakukan yaitu (1) sisa-sisa abortusan yang bersifat infeksius dihapushamakan. Fetus dan plasenta harus dibakar dan vagina apabila mengeluarkan cairan harus diirigasi selama 1 minggu (2) bahan-bahan yang biasa dipakai didesinfeksi dengan desinfektan, yaitu : phenol, kresol, amonium kwarterner, biocid dan lisol (3) hindarkan perkawinan antara pejantan dengan betina yang mengalami kluron. Apabila seekor ternak pejantan mengawini ternak betina tersebut, maka penis dan preputium dicuci dengan cairan pencuci hama (4) anak-anak ternak yang lahir dari induk yang menderita brucellosis sebaiknya diberi susu dari ternak lain yang bebas brucellosis (5) kandang-kandang ternak penderita dan peralatannya harus dicuci dan dihapushamakan serta ternak pengganti jangan segera dimasukkan.

Pengobatan :

Belum ada pengobatan yang efektif terhadap brucellosis. sebagai solusi dari PT Hidup Cerah Sejahtera ada SOC HCS,

BACA JUGA :MANFAAT SOC HCS UNTUK TERNAK.

Harga SOC HCS eceran: 85rb perbotol.
Khusus Mitra HCS, harga ECERAN 65ribu per botol

HARGA KHUSUS KEAGENAN
Paket isi 24 botol SOC 1.750.000
Harga PAKET di atas khusus area P Jawa & Madura (gratis ongkir)
Harga sudah termasuk ongkos kirim
Isi paket sudah termasuk :
– kartu member (otomatis jadi mitra HCS),
– bulletin HCS, CD
– Program Pelatihan SDM1M,
– Pelatihan Aplikasi peternakan dan pertanian secara GRATIS.
CARA ORDER SOC HCS :
Kirim WA/SMS ke 0853-3488-2589 dengan format ORDER SOC – JUMLAH ORDER – ALAMAT (KECAMATAN – KOTA)
Tunggu balasan kami mengenai jumlah uang yang harus Anda transfer.
Lakukan transfer sesuai jumlah yang disebutkan dalam WA/SMS ke salah satu rekening di bawah.
Setelah transfer dilakukan, kirim WA/SMS pemberitahuan (jumlah transfer+rekening tujuan) ke 0853-3488-2589.
Rekening tujuan transfer ke:
BCA : 0640-4838-90
BRI : 3141-0100-3662-501
AN. AKHMAD HASAN S.Pd

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply