PENGATURAN AIR TANAM PADI ORGANIK POLA HCS

PENGATURAN AIR TANAM PADI ORGANIK POLA HCS

Pengaturan Air Tanam Padi Organik Pola HCS

Tanaman padi bukanlah tanaman air, tetapi tanaman yang bertahan hidup dalam kondisi tergenang air. Agar dapat hidup dalam ekosistem basah, padi memerlukan energy yang besar untuk membentuk kantung udara (jaringan aerenchym).

Hasil penelitian para ahli menunjukkan perkembangan dan pertumbuhan akar pada tanaman padi akan terhambat dengan kondisi penggenangan air.

Selama periode tersebut sekitar 70% akar tanaman mengalami degradasi dan kematian.

Perkembangan dan pertumbuhan tanaman padi paling baik adalah dalam kondisi tanah lembab (aerob) selama fase vegetative.

Pengaturan tata udara tanah melalui pemberian air (lembab dan basah secara bergantian) akan meningkatkan keaneka-ragaman dan peranan biota tanah dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Dengan rendamen air 30% sudah sangat ideal.

Oleh karena itu perlu sekali adanya pengaturan pengairan tanaman padi, sebagai berikut:

1. Pada fase vegetatif awal pertahankan tanah dalam kondisi lembab.

2. Pada umur 1-8 hari setelah tanam (hst) keadaan tanah sebaik-nya lembab supaya tata udara tanah tetap baik.

3. Menjelang (hari ke 9-10 setelah tanam) air digenang 2-3 cm

4. Pada umur 19-20 hst pemberian air dilakukan untuk memper-tahankan tanah tetap lembab. Kemudian untuk merangsang pertumbuhan akar biarkan tanah sampai retak-retak (tapi tanaman tetap segar).

5. Pada awal fase pembungaan lakukan penggenangan air sekitar 1-2 cm hingga padi masa susu (sekitar 25 hari sebelum panen).

6. Pengeringan hingga panen.

7. Pengendalian Hama Menggunakan Organik PHEFOC

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply