PENGOBATAN AL FASHDU

PENGOBATAN AL FASHDU

Pengertia Al Fashdu
Secara Etimologi : Kata Fashdu Berasal Dari Syaqqul Irrqi Dikatakan: Yasfiduhu _Wafishodan_fahsdan, Maka Menjadi Mafshudun Washidun, Wafashdun Naaqoh: Yaitu Membelah Vena Untuk Dikeluarkan, Al Laits Berkata, “Al Fashdu Maksudnya Memotong Urat”.

Secara Terminologi : Ibnu Sina Berkata,” Fashdu Merupakan Pengosongan Yang Bersifat Menyeluruh Pada Pembuluh Darah Yang Berfungsi Membuang Atau Mengosongkan Kelebihan Humor Dalam Aliran Darah.

Dikatakan Sebagian Para Ulama Fiqih Fashdu Adalah Memotong Atau Membelah Bagian Pembuluh Balik Untuk Mengeluarkan Darah Yang Faasid Atau Darah Yang Merusak (Al Fawaaqihu Ad Dawanii Jilid 2/239) Penulis Ahmad Ibnul Gonim Yang Wafat 1125 H Madzhabnya Al Maliki.
Dan Sebagian Ulama Kontemporer Mengatakan, Fashdu Adalah Mengeluarkan Darah Dari Pembuluh Balik Yang Besar Yang Menyerupai Pembuluh Nadi. Itu Dijelaskan Dalam Kitab Al Mausu Ah At Thobibah Al Fiqiyah. Hal 771 Bab Fashdu
Di dalam makalah Dr.muhammad Nazar Ad-daqr

“fashdu adalah membelah atau memotong vena atau pembulu darah untuk mengelurkan darah,berbeda dengan bekam,yaitu pada lapisan kulit bukan pada syaqqa ‘irq.

DALIL DALIL AL FASHDU/TOTOK DARAH

A. Berdasarkan Hadist
1.Diriwayatkan oleh Ali Rodhiallahu’anhu bahwa Nabi Muhammad ? bersabda:
“ Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah bekam dan fashdu”
(Dikeluarkan oleh Ahmad dalam musnadnya: 3/107, dan Thobroni didalam kitab Al Kabir: 7/222, Al Baihaqi didalam Al Sunnaul qubro: 9/339,337, dan Al Hakim didalam Al Mustadrok: 4/208, Abu Naim dalam kitab At Tibbun Nabawi).
Di dalam riwayat lain ; sebaik baik obat bekam dan fashdu:
(Di sebutkan oleh Imam Suyuti di dalam Al Jami’u As Shoghir disandarkan kepada Abi Na’in mendhoibkannya dalam Kitab Faidhul qodir 3/472).
Perlu diperhatikan, diriwayat dalam Bukhori dan Muslim namun tanpa tambahan kalimat Al Fashdu.
(Al Muntaqo Syarah Al Muwato) Lizarqoni 4/490 di dalam sanadnya Hussain bin Abdullah bin dhomiroh.

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya dan Abu bakr bin Abu Syaibah serta Abu Kuraib. Berkata ; Yahya dan lafazh ini miliknya; Telah mengabarkan kepada kami. Sedangkan yang lainnya berkata; Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah dari Al a’masy dari Abu Sufyandari Jabir dia berkata; Rasulullah ? pernah mengirim seorang tabib kepada ubay bin Ka’ab. Kemudian tabib tersebut membedah uratnya dan menyundutkannya dengan besi panas; dan telah menceritakan kepada kami Jarir; demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya , dan telah menceritakan kepadaku Ishaq bin Manshur; telah mengabarkan kepada kami Abdur Rahman; Telah mengabarkan kepada kami Syufyan keduanya tidak menyebutkan; kemudian tabib tersebut membedah uratnya.

Hadist Shahih Muslim (No:4088)
Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Yunus
Telah menceritakan kepada kami Zuhair
Telah menceritakan kepada kami Abu Az Zhubair dari Jabir demikian juga diriwayatkan di jalur lainnya.
Dan telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya
Telah mengabarkan kepada kami Abu Khaitsamah dari Abu Az Zhubair dari Jabir Ia berkata; Said bin Muazd pernah terkena bidikan panah pada urat tangannya. Jabir berkata kemudian Rasulullah membedahnya dengan tombak yang dipanasi dengan api. Setelah itu luka luka itu membengkak. Lalu beliaupun membedahnya lagi.
Hadist Shahih Muslim (No:4090)

2. Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah, bahwasannya bahwa Nabi Muhammad ? mengutus kepada Abi bin Kaab seorang thobib maka dokter tersebut melakukan kay dan memfashdu. (Shohih Muslim hal. 2207) di dalam Kitab As Salam pada Bab Likullidaindawaun washtihbabu At Tadaawwi.
Diriwayatkan dalam Shohih Muslim, sebuah hadist dari Jabir bin Abdillah, bahwa Rosulullah pernah mengirim seorang dokter kepada Ubay bin ka’ab. Dokter tersebut menusuk salah satu pembuluh darah Ubay dan selanjutnya memanasi lukanya (kayy).
(Ibnu kutaibah menjelaskan bahwa kayy terdiri dari dua:
Pertama :
Kayy yang dilakukan oleh orang sehat untuk menangkal penyakit. Jenis inilah yang dimaksud dalam pernyataaan,” Barang siapa yang melakukan kayy berarti Ia tidak bertawakkal kepada Allah.”
Kedua :
Kayy yang dilakukan terhadap luka yang terinfeksi atau lengan dan tungkai yang diamputasi kayy ini efektif untuk dilakukan.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply