KRITERIA STANDAR BENIH IKAN LELE DUMBO

KRITERIA STANDAR BENIH IKAN LELE DUMBO

Kriteria Standar Benih Ikan lele dumbo

1⃣ Ruang lingkup

Standar ini menetapkan persyaratan, cara pengukuran dan pemeriksaan untuk benih ikan lele dumbo.

2⃣ Istilah dan definisi

Standar ini menggunakan istilah dan definisi yang meliputi :

larva
fase perkembangan ikan yang bentuk morfologinya belum menyerupai ikan dewasa.

pendederan I
proses pemeliharaan benih dari fase larva sampai menjadi benih berukuran 1 cm-3 cm.

pendederan II
proses pendederan kedua (PII) adalah pemeliharaan benih dari ukuran 1 cm-3 cm sampai menjadi benih berukuran 3 cm-5 cm.

pendederan III
proses pendederan ketiga (PIII) adalah pemeliharaan benih dari ukuran 3 cm-5 cm sampai menjadi benih berukuran 5 cm-7 cm.

pendederan IV
pendederan keempat (PIV) adalah pemeliharaan benih dari ukuran 5 cm-7 cm sampai menjadi benih berukuran 7 cm-9 cm.

3⃣ Persyaratan benih

🔆 Kriteria kualitatif

Larva

a) asal:
hasil penetasan telur dari pemijahan antara induk jantan dan induk betina yang tidak berasal dari satu keturunan.

b) warna: coklat kehitaman.

c) gerakan/perilaku : berenang aktif dan tidak bergerombol.

Benih PI (1 cm – 3 cm)

a) warna: bagian perut berwarna putih, bagian punggung berwarna kehitaman.

b) bentuk tubuh : menyerupai bentuk dewasa.

c) gerakan/perilaku: berenang lambat di permukaan tepi wadah, belum melakukan gerakan vertikal saat mengambil oksigen ke atas permukaan air.

Benih PII (3 cm – 5 cm)

a) warna: bagian perut berwarna putih, bagian punggung berwarna kehitaman.

b) bentuk tubuh : menyerupai bentuk dewasa.

c) gerakan/perilaku: berenang menyebar dengan aktif, sesekali gerakannya vertikal saat mengambil oksigen ke atas permukaan air.

Benih PIII (5 cm – 7 cm) dan benih PIV (7 cm – 9 cm)

a) warna: bagian perut berwarna putih, bagian punggung berwarna kehitaman.

b) bentuk tubuh: menyerupai bentuk dewasa.

c) gerakan/perilaku: berenang menyebar dengan aktif, selalu melakukan gerakan vertikal saat mengambil oksigen ke atas permukaan air.

🔆 Kriteria kuantitatif

Umur

– larva : 3 hari
– pendederan I : maksimal 20 hari
– pendederan II : maksimal 35 hari
– pendederan III : maksimal 50 hari
– pendederan IV : maksimal 70 hari

Panjang total

– larva : 0,5-0,7 cm
– pendederan I : 1-3 cm
– pendederan II : 3-5 cm
– pendederan III : 5-7 cm
– pendederan IV : 7-9 cm

Bobot

– larva : 0,001 gram
– pendederan I : 0,1 – 0,25 gram
– pendederan II : 0,25 – 2,5 gram
– pendederan III : 2,5 – 5 gram
– pendederan IV : 5 – 7 gram

Keseragaman ukuran

– larva : minimal 90 %
– pendederan I : minimal 75 %
– pendederan II : minimal 75 %
– pendederan III : minimal 75 %
– pendederan IV : minimal 75 %

4⃣ Cara pengukuran dan pemeriksaan

🔅 Umur
dilakukan penghitungan sejak telur menetas dan dinyatakan dalam hari.

🔅 Panjang total
dilakukan dengan mengukur jarak antara ujung mulut sampai ujung sirip ekor dengan menggunakan alat jangka sorong atau penggaris yang dinyatakan dalam sentimeter (cm).

🔅 Bobot ikan
dilakukan dengan menimbang ikan dengan menggunakan timbangan dengan tingkat ketelitian 0,01 g, yang dinyatakan dalam gram (g).

🔅 Kesehatan
a) pengamatan visual dilakukan untuk pemeriksaan adanya gejala penyakit dan kesempurnaan morfologi ikan
b) pengamatan mikroskopik, bakteriologis, mikologis dan virologis dilakukan untuk pemeriksaan jasad patogen (parasit, jamur, virus dan bakteri) di laboratorium secara periodik

🔅 Respons benih
a) benih yang sehat akan bergerak/berenang melawan arus;
b) benih yang sehat sangat responsif terhadap pakan yang diberikan;
c) benih yang sehat akan bergerak menyebar dengan cepat bila ada gangguan.

🔅 Keseragaman ukuran benih
dilakukan dengan menyortir dan dinyatakan seragam apabila minimal 75% populasi benih berukuran seragam.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.