SIFAT ALLAH AL-BAQA’

SIFAT ALLAH AL-BAQA’

SIFAT ALLAH AL-BAQA’

Allah ta’ala tidak ada penghabisan bagi ada-Nya, Ia tidak mati, binasa dan tidak berubah

Dalil naqli atas sifat baqa

firman Allaah ta’ala :

ويبقى وجه ربك ذو الجلال والإكرام

Maknanya: “Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran derajat dan kemuliaan” (QS ar-Rahmaan: 27)

 

Juga firman Allaah ta’ala:

كل شىء هالك إلا وجهه

Maknanya: “Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali kekuasaan Allah” (QS al-Qashash: 88).

Imam al-Bukhari menegaskan dalam Kitab Shahihnya, bahwa yang dimaksud “wajhahu” dalam ayat tersebut adalah “mulkahu” (kekuasaan-Nya). Jadi yang dimaksud bukanlah wajah atau muka yang merupakan anggota badan, karena Allah Maha Suci dari anggota badan.

Dalil naqli atas sifat baqa’ (2)

—Disebutkan dalam hadits riwayat at-Tirmidzi dan lainnya dari Sahabat Abu Hurairah, bahwa di antara al-Asmaal-Husna adalah al-Qayyuum, al-Baaqii, al-Waarits, dan al-Aakhir, yang semuanya bermakna bahwa Allah Maha Kekal dan tidak ada akhir bagi keberadaan-Nya.

Allah adalah satu-satunya al-Baqi (Maha Kekal) yang mustahil bagi-Nya kepunahan. Tidak ada yang kekal dengan tanpa dikekalkan oleh yang lain, kecuali Allah. Sebagaimana tidak ada yang ada, dengan tanpa diwujudkan oleh yang lain, kecuali Allah.

Adapun kekekalan surga dan neraka, keduanya tidak kekal dengan sendirinya. Kekekalan keduanya adalah karena dikekalkan oleh Allah. Karena Allah telah menghendaki keduanya kekal, maka keduanya kekal dan tidak akan mengalami kepunahan. Dilihat pada dzat (kemakhlukan)nya, surga dan neraka secara akal mungkin saja punah, karena keduanya hadits (ada setelah tiada). Dan sesuatu yang hadits tidak mungkin kekal dengan sendirinya.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply